Senin, 10 Juni 2013

Gonjang-Ganjing Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

PT Pertamina menurunkan satuan tugas pemantauan persediaan bahan bakar minyak menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi. Tujuan pembentukan satuan tugas itu untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan BBM bersubsidi. Pertamina juga bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap penimbunan BBM.

"Antisipasi saja, kapan kepastian kenaikan harga BBM subsidi menunggu keputusan pemerintah," kata juru bicara PT Pertamina Regional V Jawa Timur Nusatenggara, Rustam Aji, Senin, 10 Juni 2013.

Satgas Pertamina dibentuk untuk bekerja selama dua bulan mulai 23 Juni sampai 30 Juni mendatang. Mereka bertugas memantau waktu pengiriman dari depot ke stasiun pengisian bahan bakar umum.

Satuan tugas dibentuk untuk mencegah pengusaha SPBU berbuat curang dengan mengeruk keuntungan, seperti membeli BBM untuk mencari selisih harga termasuk menimbunnya. Menurut Rustam Aji, menjelang kenaikan, pasokan BBM bersubsidi di SPBU akan dikosongkan. Itu dilakukan agar tak terjadi kecurangan yang menguntungkan salah satu pihak.

Tambah Rustam Aji mengatakan persediaan pasokan BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman. Persediaan Premium bersubsidi mencapai 10 ribu-11 ribu kiloliter per hari, sedangkan solar bersubsidi sekitar 5.000 sampai 6.000 kiloliter per hari. "Sementara tak ada penambahan pasokan menjelang kenaikan harga," katanya.

Rudi Rubiandini wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) mengatakan, pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubisi sekitar Rp 1500 menjadi Rp6.000-6.500 per liter di 2013. Menurut Rudi, kenaikan itu untuk menutupi tambahan subsidi BBM yang setiap tahunnya selalu membengkak. Pada tahun ini saja, tambahan subsidi sudah dilakukan kedua kalinya.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak terelakkan pada 2013.  Situasi ekonomi dunia yang belum menentu dan kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam negeri, perlu direspons dengan penurunan biaya subsidi BBM. Untuk mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur dan sejumlah sektor vital di Tanah Air, harga BBM bersubsidi sebaiknya dinaikkan hingga mendekati harga pasar.

Kompensasi kenaikan harga BBM bagi rakyat miskin dan hampir miskin, bisa diberikan secara langsung berupa bahan pangan dan bantuan lainnya.

dengan kenaikan bertahap, Rudi berharap masyarakat tidak terlalu terbebani, bila dibandingkan dengan kenaikan setahap. Kenaikan ini dinilai dapat menghemat anggaran hingga Rp48 triliun.

Rudi menambahkan, nantinya Kementerian ESDM akan merekomendasikan usulan kenaikan harga BBM bersubsidi ke Kementerian Keuangan untuk dikaji lebih lanjut. Pembahasan kenaikan harga BBM bersubsidi untuk 2013 tidak lagi melalui persetujuan badan legislatif, melainkan pertimbangan Kemenkeu berdasarkan kondisi keekonomian.

Sumber :
http://www.margoyosoupdate.com/2012/12/rencana-kenaikan-bbm-2013.html
http://www.tempo.co/read/news/2013/06/10/090487180/Jelang-Kenaikan-BBM-Pertamina-Turunkan-Satgas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar